5 Cara yang Membantu Berhenti dari Kebiasaan Belanja Impulsif

Beberapa bulan belakangan ini memang hanya menghabiskan waktu di rumah aja, nggak bisa ke mana-mana. Agenda nongkrong yang biasanya hadir tiap weekend berhenti total. Rencana traveling pun banyak yang pending. Awalnya sih cukup berbahagia karena banyak mengurangi pengeluaran. Tapi dalam praktik yang sebenarnya, siapa bilang di rumah aja malah bikin kamu lebih berhemat?

Nyatanya kamu jadi punya banyak waktu buat scroll e-commerce, tanpa sadar keranjang belanja penuh dan langsung checkout tanpa perlu pikir panjang. Retail therapy memang bisa mengusir stres, tapi kalau keterusan jadinya malah mengganggu keuangan pribadi. Saatnya stop kebiasaan belanja impulsif kamu, yuk!

kebiasaan belanja impulsif

1. Beranikan Diri Menghitung Nota Belanja yang Ada

Sering belanja sih iya, tapi kebanyakan pasti nggak berani menghitung total berapa uang yang sudah dikeluarkan untuk belanja. Sekarang coba beranikan diri buat menghitung satu per satu nota yang ada, baik yang di dalam dompet maupun invoice belanja online. Kalau kamu terkejut dengan nominalnya yang ternyata di luar dugaan, akui saja kalau kamu memang orang yang boros.

Dengan menghitung berbagai nota yang ada, kamu jadi lebih tahu ke mana saja uangmu habis selama ini. Hal ini bisa membantu agar kamu bisa mulai mengencangkan ikat pinggang dan mulai memikirkan langkah selanjutnya, yaitu strategi keuangan yang tepat untuk menyelamatkan diri dari keborosan.

2. Strict dengan Anggaran Keuangan yang Sudah Dibuat

Kebiasaan belanja impulsif seringnya terjadi karena kamu nggak punya ‘rem’ yang menghentikan kegiatan tersebut. Sekarang mulailah membuat anggaran keuangan dengan membagi gaji ke dalam beberapa pos sesuai kebutuhan. Jadikan budgeting di setiap pos ini sebagai kendali atas uang yang dimiliki. Misalnya, jika sudah menentukan berapa budget untuk shopping setiap bulan, pastikan strict dengan nominal yang sudah dibuat.

Jangan mencuri-curi pengeluaran tambahan dari budget pos lain karena hal ini bisa menjadi awal dari keuangan yang semakin berantakan.

3. Pegang Prinsip Belanja Hanya Saat Dibutuhkan

Berbelanja sering dijadikan sebagai salah satu cara untuk menghilangkan stres dan jenuh. Tapi kebiasaan belanja secara impulsif tidak akan membantumu mencapai financial goal, seperti bebas dari utang, membeli rumah pribadi atau berinvestasi untuk masa depan.

Batasi pengeluaran dengan mengingatkan pada diri sendiri untuk berbelanja sesuai kebutuhan. Bagaimana jika tiba-tiba keinginan untuk membeli barang tertentu tiba-tiba mencuat? Beri diri satu hari atau lebih sebelum membelinya. Tak perlu buru-buru, tanyakan pada diri sendiri apabila benar-benar akan menggunakannya.

4. Jauhkan Diri dari Aplikasi Belanja Online, Cari Kegiatan Lain

Banyak berdiam di rumah bikin kamu gampang bosan dan mulai sering scrolling aplikasi belanja online. Awalnya hanya iseng, lama-lama tertarik untuk membeli barang-barang yang sebenarnya nggak dibutuhkan. Apalagi ditambah embel-embel flash sale atau diskon menarik di tanggal-tanggal tertentu.

Teguhkan diri untuk menjauh dari aplikasi belanja online dan cari kegiatan lain untuk menghilangkan kejenuhan. Mulai dari streaming film, berkebun, menjajal resep baru hingga ngobrol bareng orang-orang terdekat.

5. Ubah Mindset Bisa Belanja Apa Saja Selama Punya Kartu Kredit

Kartu kredit sering dianggap sebagai alat ajaib yang akan mengabulkan semua keinginan dalam bentuk barang dan jasa. Padahal, kartu kredit sebaiknya hanya digunakan untuk memudahkan transaksi keuangan dalam masa darurat saja. Saatnya mengubah pola pikir untuk membatasi penggunaan kartu kredit yang juga bisa membantu dalam membatasi hasrat belanja berlebihan.

Atur kembali pemakaian kartu kredit dan sebaiknya fokus membayar cicilan yang ada supaya nggak menjadi beban di masa depan.